Beranda Media Sosialku yang Mulai Menjengkelkan

Akhir-akhir ini saya agak sedikit sensitif, bukan karena saya sedang Menstruasi, lagian saya seorang laki-laki, saya sedikit sensitif pada diri saya sendiri yang setiap hari terasa begini-begini saja, tidak ada kemajuan yang membuat saya puas. Entahlah, mungkin karena saya kurang piknik atau karena saya kurang Istigfar.

Ke-sensitif-an saya bertambah manakala beranda-beranda media sosial yang saya urus seolah menampilkan hal-hal yang seketika bisa membuat saya bertambah sensitif bahkan marah, hilir-mudik undangan pernikahan teman, hilir-mudik foto-foto teman dan kerabat yang sedang menjalankan ibadah haji, ada juga hilir-mudik ucapan syukur teman-teman saya yang berhasil jadi PNS, hilir-mudik status teman yang bisnisnya sukses, hilir-mudik status teman yang berhasil menerbitkan buku dan memajangnya sebagai foto profil, hilir-mudik yang berhasil meraih beasiswa bergengsi, sampai hilir-mudik mantan yang kini tampak menarik.

Eniwey, sejujurnya saya merasa bangga bisa menjadi teman kalian, pernah berjumpa dan setidaknya saya pernah Continue reading Beranda Media Sosialku yang Mulai Menjengkelkan

Selamat Datang Bulan September

Pagi ini seperti biasa saya bangun agak siang sekitar pukul 05.03 WIB, tidak ada yang istimewa sebenarnya hanya saja bulan di tahun ini berganti yang semulanya Agustus sekarang menjadi September, bulan September biasanya dikenal sebagai bulan dari awal datangnya musim penghujan akan tetapi perasaan tahun ini hampir setiap bulan hujan selalu turun, pengumuman dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa tahun ini adalah tahunnya musim penghujan.

Terlepas dari itu semua, saya ikut bahagia karena bulan berganti itu artinya akan ada banyak orang bersyukur pada Tuhan entah itu karena mereka menerima gaji bulanan, atau mereka yang berencana untuk berbahagia di bulan ini dengan perjalanan berkesan atau ada yang mulai mengikat janji-janji suci dengan pasangan halalnya (read: menikah).

Bagi saya setiap pergantian bulan adalah anugerah yang Tuhan berikan, nikmat umur yang masih diberi dan pengalaman-pengalaman yang masih dipercayakan untuk kita jalani, bertambah usia setiap bulan berarti Continue reading Selamat Datang Bulan September

Seindah Menemukan Cinta

Pencarian adalah kegiatan yang dirasa atau pun tidak oleh kita, kita mencari jati diri yang sampai saat ini belum sempat menemukannya, kita mencari kebahagiaan walau kadang sedih juga turut ikut menyertai, kita mencari impian yang terasa begitu nyata namun tak kunjung tercapai, kita akan selalu mencari dan terus mencari apa pun yang kita harapkan walau hasil tak sesuai apa yang jadi harapan.

Lelah, itulah gambaran saat kita sedang mencari, ingin marah namun bagaimana bisa marah jika kita lemah, ingin bersedih juga tak bisa karena air mata tak mau menetes, bersimpuh malu dihadapan Tuhan karena tanpa  kasihNya kita takkan bisa berjuang, lalu kembali jiwa ini melanjutkan pencariannya berharap segera dipertemukan dengan hasil yang dituju.

Dalam langkah pencarian ada satu hal yang kadang kita tak menyertainya, cinta. Obsesi kita terlalu memuncak mengalahkan gengsi dan nafsu yang terlanjur menyetir kita, jika saja lelah kita untuk yang dicinta, jika saja pengorbanan kita untuk yang dicinta, maka semua itu takkan terasa berat dirasa.

Seindah menemukan cinta, demikianlah penggalan yang ingin aku sampaikan, bukan karena semua tentang cinta itu bahagia, tapi bagaimana cara kita Continue reading Seindah Menemukan Cinta

Sesering Meminjam Rasa

Seolah tak pernah kita bayangkan bagaimana jika rasa tak pernah ada, menangis tanpa rasa sedih, tersenyum tanpa ada bahagia, merenung tanpa rasa jenuh, atau bahkan hina tanpa rasa bersalah, semua ini tentang rasa.

Ada macam variasi rasa yang sering kita jumpai, setiap indera memiliki hak untuk merasakan rasa yang berbeda, saat mencicipi permen lidah merasakan manisnya gula yang ada dalam permen, saat membasuh muka dengan air kulit merasakan sejuk luar biasa, saat kulit teriris pisau rasa sakit sekujur tubuh yang dzohir merasakan, pun demikian saat hati tercabik rasa sakit mulai menjalar di sekujur batin, semua ini tentang rasa.

Lalu darimana datangnya rasa? kenapa terkadang muncul secara tiba-tiba dan hilang secara tiba-tiba juga, padahal sesekali kita ingin mengucap terima kasih karena Continue reading Sesering Meminjam Rasa

[CerPen] Ngaji Sarung Terbalik

Kata ngaji biasanya identik dengan dunia kepesantrenan, kalau di dunia kampus dikenal dengan kuliah, dan di dunia sekolah dikenal dengan belajar, padahal intinya sama-sama saja kegiatan mencari ilmu baik yang secara “Transfer of Knowledge” ataupun yang “Transfer of Knowledge and Value”. Ngaji lebih diterima secara umum di dunia pesantren selain dari Sorogan (man by man) dan Balagan (teacher center), itulah sebagian embel-embel pesantren.

Suatu ketika di bulan Ramadhan 1430 hijriyahnya dan bulan September 2009 masehinya, saya baru pertama kali merasakan mengaji-maklum dulu saya anak manja yang jarang sekali mengaji meskipun mesjid hanya lima meter dari kediaman rumah saya, kala itu pesantren dimana saya tinggal sedang ada kegiatan ngaji musiman atau sering disebut dengan pasaran. Sungguh luar biasa waktunya yaitu dimulai dari ba’da tarawih sampai qobla sahur, ya sekitar Sembilan jaman, itu hal biasa bagi santri yang lain tapi hal yang luar biasa bagi saya, tapi tetap nikmati sebagai salah satu jalan kebahagiaan saja, toh harus bagaimana lagi, sudah jadi tradisi dunia pesantren, iya kan?

Masih tentang kegiatan ngaji pasaran yang tadi, ada dua kiai yang menjadi perantara sumber ilmu atau guru, ada Kiai Sepuh dan Kiai Anom yang kedua-duanya sungguh luar biasa mendedikasihkan ilmu dan hikmahnya bagi saya dan santri-santri yang lainnya, saat itu pengajian dimulai dengan pembacaan ishal kemudian dilanjut dengan tadarus satu juz bersamaan dan yang memimpinnya adalah santri yang sudah sejak dulu tinggal di kobong-nama kamar di pesantren-nya, setelah acara tadarus istirahat sejenak menunggu Kiai Anom datang tentunya sambil jajan-jajan.
Malam itu kitab yang diaji ialah Akhlakul Banin jilid ke empat yang warna sampulnya coklat dan tebalnya melebihi jilid-jilid Akhlakul Banin sebelumnya, dari nama kitabnya saja sudah tergambar bahwa kitab itu akan membahas tentang akhlak-akhlak bagi anak laki-laki, dan memang itu yang terjadi.

Kebetulan juga pas malam tersebut materi yang diaji berkenaan dengan macam-macam penyakit hati yang sering ada pada manusia, mulai dari penyakit Syirik-menyekutukan Allah, Nifak-lain di mulut lain di hati, Hasud, Dendam, Sum’ah-ingin di dengar orang lain, juga termasuk Riya-ingin dipuji dan dilihat orang.

Di pertengahan hari pada bulan Ramadhan itu, adzan tanda waktu dzuhur berkumandang begitu merdu, syahdu, dengan bertema lagu bangsa urdu yang membuat setiap orang tertipu dan menjadi rindu akan kumandang adzan yang dilantunkan oleh saudara saya yang bernama Randu-teman sekobong saya.

Saya yang pada waktu itu baru terbangun dari tidur nyenyak saya, maklum kalau di pesantren saya ada yang dinamakan Continue reading [CerPen] Ngaji Sarung Terbalik

Memaknai Dalam Kesendirian

Kesendirian, setiap orang akan mengalami situasi dimana hidupnya merasakan sendiri, hanya jiwa yang sedang bernafas dan berteman udara liar yang mulai merangsek masuk menimbulkan bayang-bayang semu masa lalu, itulah saat dimana kamu dalam keadaan kesendirian.

Kesendirian bukan berarti sendiri, kesendirian adalah suasana yang diciptakan oleh diri sendiri untuk menarik diri dari hingar bingarnya kehidupan secara normal, terkadang kesendirian muncul saat kamu dalam keramaian, kesendirian juga bisa kamu rasakan saat orang-orang tak mempercayaimu.

Kesendirian tidak bisa kamu elakan, dia akan hadir pada waktu yang belum bisa ditentukan, secara tiba-tiba dan tanpa permisi, hanya kamu yang bisa Continue reading Memaknai Dalam Kesendirian

Cinta Sejati Hadir Karena Ilahi

Mungkin terlalu sering kita mendengar kata-kata cinta sejati, seolah terlalu biasa mengungkapkan kalimat cinta sejati, namun dibalik kalimat cinta sejati ada makna yang dalam untuk kita yakini, kita percaya bahwa cinta akan selalu hadir kapan pun dan dimana pun kita berada, kita tidak bisa melarang cinta untuk hadir di sela-sela hidup kita, walaupun kita berusaha sekuat rasa untuk menolak datangnya cinta, cinta akan selalu hadir dengan caranya sendiri, karena cinta adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada setiap insan makhluk semesta.

Lalu, bagaimana sebenarnya cinta sejati itu? cinta sejati adalah anugerah yang harus disyukuri, cinta yang hadir disaat kita sedang menghadirkan Tuhan untuk mencintai makhluknya, cinta sejati adalah cinta tulus tanpa ingin menyakiti, cinta sejati tak peduli dengan materi, dan cinta sejati datang dengan meminta izin dari sang Mahapenyayang-Ilahi.

Cinta sejati hadir bukan untuk merusak tatanan syariat yang telah ditetapkan, bukan cinta sejati kalau salah satu diantara kita ada yang disakiti, cinta sejati itu murni antara hati dan Tuhan yang saling berinteraksi, menjadikan setiap doa ibarat Continue reading Cinta Sejati Hadir Karena Ilahi