Dihantui Rasa Takut

Selamat pagi semua, tadi malam saya mendapat ide untuk menuangkan tulisan dalam blog ini, ide yang didapat dari hasil menonton pertandingan tim favorit saya Real Madrid yang ditahan imbang oleh tamunya Villareal, pertandingan yang mengundang greget penontonnya termasuk saya, dari 24 shot on target hanya satu yang berhasil dimasukan salah satu pasukan Real Madrid-Sergio Ramos-pada sarang Villareal yang dikawal Sergio Assenso, gregetnya lagi Villareal yang mempunyai shoot on target 10 berhasil menahan imbang pada babak injury time dari titik putih (Pinalty).

Pada babak kedua nampak jelas Real Madrid meningkatkan penyerangannya dari segala sektor, CR7 dan kawan-kawan berusaha semaksimal mungkin untuk menambah gol namun tidak ada hasil yang diraih padahal beberapa peluang terbaik tercipta dari para pemain Real Madrir, Morata pun yang bertugas menggantikan Karim Benzema tidak mampu memberikan service terbaiknya, alhasil kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Saya mencoba menarik hikmah dari laga sengit tersebut, hikmah yang bisa saya dapatkan bahwa

Continue reading Dihantui Rasa Takut

Beranda Media Sosialku yang Mulai Menjengkelkan

Akhir-akhir ini saya agak sedikit sensitif, bukan karena saya sedang Menstruasi, lagian saya seorang laki-laki, saya sedikit sensitif pada diri saya sendiri yang setiap hari terasa begini-begini saja, tidak ada kemajuan yang membuat saya puas. Entahlah, mungkin karena saya kurang piknik atau karena saya kurang Istigfar.

Ke-sensitif-an saya bertambah manakala beranda-beranda media sosial yang saya urus seolah menampilkan hal-hal yang seketika bisa membuat saya bertambah sensitif bahkan marah, hilir-mudik undangan pernikahan teman, hilir-mudik foto-foto teman dan kerabat yang sedang menjalankan ibadah haji, ada juga hilir-mudik ucapan syukur teman-teman saya yang berhasil jadi PNS, hilir-mudik status teman yang bisnisnya sukses, hilir-mudik status teman yang berhasil menerbitkan buku dan memajangnya sebagai foto profil, hilir-mudik yang berhasil meraih beasiswa bergengsi, sampai hilir-mudik mantan yang kini tampak menarik.

Eniwey, sejujurnya saya merasa bangga bisa menjadi teman kalian, pernah berjumpa dan setidaknya saya pernah Continue reading Beranda Media Sosialku yang Mulai Menjengkelkan

Selamat Datang Bulan September

Pagi ini seperti biasa saya bangun agak siang sekitar pukul 05.03 WIB, tidak ada yang istimewa sebenarnya hanya saja bulan di tahun ini berganti yang semulanya Agustus sekarang menjadi September, bulan September biasanya dikenal sebagai bulan dari awal datangnya musim penghujan akan tetapi perasaan tahun ini hampir setiap bulan hujan selalu turun, pengumuman dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa tahun ini adalah tahunnya musim penghujan.

Terlepas dari itu semua, saya ikut bahagia karena bulan berganti itu artinya akan ada banyak orang bersyukur pada Tuhan entah itu karena mereka menerima gaji bulanan, atau mereka yang berencana untuk berbahagia di bulan ini dengan perjalanan berkesan atau ada yang mulai mengikat janji-janji suci dengan pasangan halalnya (read: menikah).

Bagi saya setiap pergantian bulan adalah anugerah yang Tuhan berikan, nikmat umur yang masih diberi dan pengalaman-pengalaman yang masih dipercayakan untuk kita jalani, bertambah usia setiap bulan berarti Continue reading Selamat Datang Bulan September

Memaknai Dalam Kesendirian

Kesendirian, setiap orang akan mengalami situasi dimana hidupnya merasakan sendiri, hanya jiwa yang sedang bernafas dan berteman udara liar yang mulai merangsek masuk menimbulkan bayang-bayang semu masa lalu, itulah saat dimana kamu dalam keadaan kesendirian.

Kesendirian bukan berarti sendiri, kesendirian adalah suasana yang diciptakan oleh diri sendiri untuk menarik diri dari hingar bingarnya kehidupan secara normal, terkadang kesendirian muncul saat kamu dalam keramaian, kesendirian juga bisa kamu rasakan saat orang-orang tak mempercayaimu.

Kesendirian tidak bisa kamu elakan, dia akan hadir pada waktu yang belum bisa ditentukan, secara tiba-tiba dan tanpa permisi, hanya kamu yang bisa Continue reading Memaknai Dalam Kesendirian

Cinta Sejati Hadir Karena Ilahi

Mungkin terlalu sering kita mendengar kata-kata cinta sejati, seolah terlalu biasa mengungkapkan kalimat cinta sejati, namun dibalik kalimat cinta sejati ada makna yang dalam untuk kita yakini, kita percaya bahwa cinta akan selalu hadir kapan pun dan dimana pun kita berada, kita tidak bisa melarang cinta untuk hadir di sela-sela hidup kita, walaupun kita berusaha sekuat rasa untuk menolak datangnya cinta, cinta akan selalu hadir dengan caranya sendiri, karena cinta adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada setiap insan makhluk semesta.

Lalu, bagaimana sebenarnya cinta sejati itu? cinta sejati adalah anugerah yang harus disyukuri, cinta yang hadir disaat kita sedang menghadirkan Tuhan untuk mencintai makhluknya, cinta sejati adalah cinta tulus tanpa ingin menyakiti, cinta sejati tak peduli dengan materi, dan cinta sejati datang dengan meminta izin dari sang Mahapenyayang-Ilahi.

Cinta sejati hadir bukan untuk merusak tatanan syariat yang telah ditetapkan, bukan cinta sejati kalau salah satu diantara kita ada yang disakiti, cinta sejati itu murni antara hati dan Tuhan yang saling berinteraksi, menjadikan setiap doa ibarat Continue reading Cinta Sejati Hadir Karena Ilahi

Emas, Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan

Kemarin adalah hari kemerdekaan negara kita Indonesia, hampir seluruh rakyat tumpah ruah dalam kemeriahan merayakan hari kemerdekaan negara, bermacam kegiatan diselenggarakan, mulai tingkat RT sampai tingkat nasional, itu semua sebagai bukti bahwa rakyat kita sedang berbahagia mengisi hari kemerdekaan.

Memang ada beberapa hal yang menarik sebelum hari kemerdekaan, mulai diberhentikannya menteri ESDM yang baru saja dilantik yaitu Bapak Archandra Tahar karena status kewarganegaraannya yang ganda, kasus tersebut berimbas juga pada polemik ketidak boleh ikutsertaan Gloria dalam pasukan pengibar sang saka Merah Putih karena berkewarganegaraan ganda yaitu Prancis dan Indonesia, namun pada akhirnya dengan kebijakan Menteri Pemuda dan Olahraga Gloria berkesempatan menjadi pasukan penurunan sang saka Merah Putih kemarin sore.

Terlepas dari kabar tersebut, jauh di sana ada anak bangsa yang dengan perjuangan kerasnya mengharumkan nama baik bangsa dengan meraih prestasi dibidang olah raga badminton, adalah Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir yang berhasil menjuari final olimpiade Brazil cabang Badminton, takdir Tuhan memng selalu indah, karena bertepatan dengan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, mereka mempersembahkan juaranya.

Sedikit mengulas kedua pebulu tangkis berprestasi tersebut, Tontowi Ahmad adalah pemuda kelahiran Banyumas dengan latar Agama Islam, sedangkan Lilyana Natsir adalah wanita asal Manado dengan latar Agama Continue reading Emas, Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan

Indonesia Telah Merdeka [?]

71 tahun silam, tepat hari ini Indonesia telah diproklamirkan sebagai negara yang merdeka oleh para proklamator-proklamator bangsa, naskah proklamasi pun telah dikumandangkan oleh Bapak Ir. Soekarno yang juga sebagai pahlawan bangsa, namun disaat yang bersamaan katika proklamasi dibacakan bangsa kita masih belum seutuhnya terbebas dari teror para penjajah, sehingga para pejuang harus ekstra mengusir penjajah dari tanah bumi pertiwi.

Naskah-proklamasi

Bangsa kita diperjuangkan dengan waktu yang cukup lama, dengan pertumpahan darah para pahlawan bangsa, dengan senjata yang hanya berupa bambu yang runcing pada ujungnya, dengan doa yang senantiasa terpanjat dari lubuk hati para pejuang bangsa. Bangsa kita telah melewati drama memilukan yang ditokohi oleh manusia, penjajah sebagai tokoh Antagonis dan para pahlawan sudah tentu sebagai tokoh Protagonis.

Detik ini, Indonesia telah ditinggalkan oleh para penjajah-penjajah yang menodongkan senjata, melempar granat, dan menembakkan meriam, kita tidak lagi bekerja secara Rodi maupun Romusa kepada penjajah, tanah kita sudah tak lagi diinjak kaki-kaki penjajah, seharusnya kita sudah merdeka. Continue reading Indonesia Telah Merdeka [?]