Legenda Asfar dan Kitmir

Sebelumnya saya telah mengunggah foto ini di akun instagram pribadi saya (link: https://instagram.com/p/BSQCHTfh23K) dan lumayan mendapat banyak tanggapan positif dari teman-teman instagram saya, mulai dari “wah kucingnya lucu”, “lahiran anak keberapa kucingnya?”, “itu kucingnya ras Bengal, Abyssinian, atau American Shorthair?” sampai ada pertanyaan “mau dijual berapa gan kucingnya?”. Tapi bukan hal tersebut yang ingin saya sampaikan.

Sejak dulu, mungkin ketika saya duduk di bangku SD sudah banyak kucing yang suka main-main dilingkungan rumah bahkan sampai larut malam hingga mereka terpaksa menumpang tidur di teras rumah sampai pagi tiba kembali.

Saya tidak ada niatan memelihara kucing-kucing tersebut secara khusus, biarkan mereka merasakan kebebasan dunia yang menjadi fitrah mereka (para kucing).

Dulu saya sempat memberi beberapa nama kucing yang biasa ada di lingkungan rumah saya, ada dua nama legenda kucing di lingkungan rumah saya yang sampai saat ini masih menjadi semacam memoar, Asfar dan Kitmir adalah dua kucing legenda yang namanya masih saya ingat, Asfar mati pada umur yang cukup tua karena infeksi pada kakinya akibat perkelahian dengan kucing lain saat musim kawin datang, Asfar adalah kucing yang sering tidur di halaman rumah dan ketika subuh saya sering menemuinya berada di depan pintu rumah ketika kucing-kucing lain masih tertidur pulas, mungkin karena Asfar lapar.

Sedangkan Kitmir adalah kucing yang ditemukan di halaman rumah dalam kardus yang ditutup rapat, mungkin ada orang lain yang sengaja membuangnya, saat diketemukan kitmir hanya sendiri dan masih sangat kecil, karena tidak ada induknya terpaksa saya urus sebisa mungkin hingga Kitmir bisa mencari makan sendiri.

17553583_10208682227165518_3387427727405032425_n
Kucing Sedang Memberikan ASI Ekslusif

Sampai umur sekitar satu tahun Kitmir masih menumpang hidup di lingkungan rumah, makan seadanya, tidur semaunya, hingga suatu sore saya menemukan Kitmir di samping rumah tergeletak dikerumuni banyak semut, dan ternyata Kitmir sudah mati dengan sisa ikan di mulutnya, kuat dugaan Kitmir mati karena memakan ikan yang beracun sisa umpan para pemburu belut pada malam saat kejadian tersebut.

Kedua kucing (Asfar dan Kitmir) tersebut tidak saya buang bangkainya ke kali, melainkan saya kuburkan di kebun dekat sawah yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Sekali lagi saya tidak tertarik memelihara kucing secara khusus, hanya saja rumah saya terbuka sangat lebar untuk para kucing yang ingin bermain atau hanya sekedar singgah, bermalam juga boleh.

Akhir kata semoga kucing-kucing yang baru lahir ini bisa bermanfaat kepada lingkungan sekitarnya, dan kelak dewasa nanti bisa menjadi kucing yang mampu mandiri dan sayang pada anak-anaknya.

Allāh Mahamengetahui !!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s