Dihantui Rasa Takut

Selamat pagi semua, tadi malam saya mendapat ide untuk menuangkan tulisan dalam blog ini, ide yang didapat dari hasil menonton pertandingan tim favorit saya Real Madrid yang ditahan imbang oleh tamunya Villareal, pertandingan yang mengundang greget penontonnya termasuk saya, dari 24 shot on target hanya satu yang berhasil dimasukan salah satu pasukan Real Madrid-Sergio Ramos-pada sarang Villareal yang dikawal Sergio Assenso, gregetnya lagi Villareal yang mempunyai shoot on target 10 berhasil menahan imbang pada babak injury time dari titik putih (Pinalty).

Pada babak kedua nampak jelas Real Madrid meningkatkan penyerangannya dari segala sektor, CR7 dan kawan-kawan berusaha semaksimal mungkin untuk menambah gol namun tidak ada hasil yang diraih padahal beberapa peluang terbaik tercipta dari para pemain Real Madrir, Morata pun yang bertugas menggantikan Karim Benzema tidak mampu memberikan service terbaiknya, alhasil kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Saya mencoba menarik hikmah dari laga sengit tersebut, hikmah yang bisa saya dapatkan bahwa

kita akan selalu dihantui atau dibayang-bayangi rasa takut, Real Madrid yang notabene dihuni pemain bintang masih takut oleh tim rivalnya Barcelona, kita pun sama masih sering dirundung rasa takut, pegawai kantoran takut dipecat oleh pimpinannya, pedagang takut dagangannya tidak laku, seseorang yang mempunyai kekasih takut kekasihnya pergi, bahkan kita takut hari esok tak seindah hari-hari biasanya, semua tentang rasa takut.

Rasa takut kerap kali datang disaat yang tidak kita inginkan, akan tetapi kehadiran rasa takut akan membuat kita menjadi waspada, menjadi kita lebih kreatif, dan menjadikan kita lebih giat untuk melakukan yang sedang kita lakukan, rasa takut hanya akan hilang saat kita melawannya dengan semangat dan doa, walaupun sesekali rasa takut itu akan muncul kembali.

Tidak ada sesuatu yang diciptakan sempurna, selalu ada kekurangan dari setiap hal, rasa jenuh ditakdirkan untuk menemani rasa nyaman, rasa benci akan terus mengikuti rasa cinta, rasa malas akan menghampiri sara rajin, pun demikian rasa takut yang akan menghantui rasa berani, semua adalah pasangan-pasangan rasa yang telah Tuhan ciptakan, jangan pernah memiliki hanya satu bagian dari setiap rasa-rasa tersebut.

Selama kita melangkah, melangkah lah pada rasa-rasa yang terbaik yang kita harapkan, jika suatu saat rasa-rasa yang tidak ingin kita rasakan muncul maka sambutlah sewajarnya dan jangan terlalu mengakrabinya, semoga senantiasa kita selalu berada dalam lindungan kebahagiaan agar selalu menikmati hidup ini.

Advertisements

2 thoughts on “Dihantui Rasa Takut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s