Swis Van Java [Cerita Munib Eps. 003]

Suatu hari, ada obrolan-obrolan ringan di pelataran lobi gedung kampus tempat dimana Munib menimba ilmu, obrolan yang dicetuskan oleh Akbar, Afrian, Agus, Nuri, Sandi dan Yusup; masih sahabat satu kelas dengan Munib, obrolan yang bersifat ajakan tapi sebatas harapan awalnya.

“Sob bagaimana kalau libur semester besok kita ke Singapore atau Australia” obrolan pertama dari Yusup.

“Kita mah siap-siap aja Cup, gak tahu yang lainnya” balas Afrian dan Agus.

Loba gaya pisan maraneh, rencana ka Singapura ka Australia sagala, jajan gorengan oge masih sok ngahutang” Sandi sedikit kurang setuju dengan aksen Sundanya.

“Daripada ke Singapura atau ke Australia, mending kita ke Swis van Java” ajakan Akbar.

“Dimana Bar Swis van Java, perasaan baru dengar” Yusup keheranan. Continue reading Swis Van Java [Cerita Munib Eps. 003]

Virtual Reality [Cerita Munib Eps. 002]

​Suatu hari, teman lama Munib yang kurang lebih 4 tahun di Jakarta berkunjung ke rumahnya-terletak disamping pesawahan, teman kecil sepermainan Munib namanya Stepén.

Stepén anak dari bapaknya yang asal Jakarta dan Ibunya asli satu kampung dengan Munib, Step kecil tinggal di kampung, rumah Step dan Munib hanya dibatasi bebrapa petak sawah karenanya dari kecil Step dan Munib sering main bersama, lulus SMP Step pindah ke Jakarta.

“Nib kamu kudu tahu di Jakarta banyak alat-alat canggih, ini contohnya” Ungkap Step sambil mengeluarkan dua benda yang dibawanya, “Ini namanya ‘smartphone’ dan ini namanya Virtual Reality atau VR” lanjut Step sambil memperkenalkan satu persatu alat yang dibawanya, “ah itu mah kaca mata renang Step” balas Munib, “kamu mah nib ada-ada aja” tukas Step, “smartphone bisa bantu kamu jadi pintar, VR bisa menampilkan film atau game seolah nyata” jelas Step, “saya mah takut mata saya rusak Step pake kaca mata itu” tolak Munib untuk mencoba VR.
Continue reading Virtual Reality [Cerita Munib Eps. 002]

Dari Isteri Teroris Sampai Om Telolet Om

Ada apa dengan Isteri Teroris ?

​Kemarin, sekitar beberapa hari kebelakang saya sekilas menonton wawancara ekslusif di ‘tv one’, yang menjadi objek wawancaranya adalah istri terduga teroris, dengan menggunakan ‘niqab’ istri terduga teroris tersebut dihujani beberapa pertanyaan, yang secara umum arah pertanyaannya sama, yaitu ‘kenapa dia bisa seperti ini (mau menjadi istri terduga teroris)?’.

Setiap jawaban yang keluar dari mulut wanita tersebut banyak kemiripan dengan cerita pendeknya K.H. Mustofa Bisri-akrab dipanggil Gus Mus-yang berjudul ‘Bidadari itu Dibawa Jibril’, pola perekrutan untuk menjadi istri calon terduga teroris kurang lebih mirip dengan cara ‘Jibril’ membawa ‘Bidadari’ dalam cerita pendeknya Gus Mus tersebut.

Hemat pandangan saya, pada dasarnya perasaan wanita itu kuat-kuat lemah, wanita akan mempunyai perasaan yang sangat kuat terhadap anak-anaknya, tapi disatu sisi perasaan wanita sangat lemah jika dihadapkan pada pilihan.

Jadi, bekali semuda mungkin diri kita dengan pemahaman yang baik, ciri pemahaman yang baik ialah pemahaman yang dibenarkan oleh agama, negara, dan hati kita.

Balada Om Telolet Om

Bangsa kita mah seru ya, momen-momen yang terjadi di negeri ini kebanyakan bisa mengalihkan pandangan dunia, mulai dari aksi bela islam yang berjilid-jilid sampai pada keseruan memburu ‘om telolet om’.

Memang bukan saat-saat ini saja bangsa kita dilirik dunia, sebelum negari ini dinamakan Indonesia berapa negara yang rela jauh-jauh hanya ingin melabuhkan kaki-kaki mereka untuk sekedar merasakan kenikmatan dari kekayaan alam negeri ini.

Presiden pertama Indonesia Bung Karno pernah menjadi presiden paling ‘viral’ di jagat dunia karena kekhasan ‘kopiah hitam’ beliau disamping kiprah politiknya yang bersinar bak ‘mercusuar’.

Tidak heran jika sekarang bangsa kita sering menjadi buah bibir dunia, karena sejarah pun ternyata bercerita tak ubahnya seperti saat ini.

Kesimpulannya, bangsa kita sangat mungkin menjadi perhatian dunia, karenanya mari kita tunjukkan eksistensi bangsa ini dengan informasi-informasi yang mempunyai karakter baik, biar dunia tahu bangsa kita bukan hanya ‘amazing’ tapi juga ‘awesome’. Allāhu ‘Alam

(30/12/16, Fahmi Nür Ibrahim)

Nasib Orang Kampung [Cerita Munib Eps. 001]

​Suatu hari, Munib anak dari kampung Baralak bersafari ke kota Jakarta, dia menemukan banyak hal yang berbeda dari tempat asalnya di desa; gedung-gedung tinggi, rumah-rumah mewah, dan cara orang-orang berpakaian yang menurut dia aneh aneh.

Panasnya perkotaan memaksa Munib berteduh sejenak di halte bus, tak lama kemudian datang menghampiri sesosok perempuan, ‘Mas sedekahnya mas’ lirih perempuan tersebut, sontak Munib mengeluarkan uang berwarna abu-abu dan memberikannya pada perempuan tersebut sambil basa-basi ‘ini Bu alakadarnya, oia Ibu asli orang sini?’ Tanya Munib, ‘bukan mas, saya dari kampung Rokrak’ jawab si perempuan.

Tujuan Munib ke Jakarta karena dia mendapat undangan sebagai pemenang undian salah satu ‘brand’ kopi ternama-Luwak Grey Kofi (LGK).

‘Inilah pemenang undian uang senilai 5 juta dari Luwak Grey Kofi, bapak Munib’ kurang lebih seperti itu pengumuman di acara tersebut, sehabis acara usai, para pemenang berkesempatan untuk makan malam bersama CEO perusahaan LGK di salah satu restoran mewah di Jakarta.

‘Terima kasih sudah berkenan hadir di acara perusahaan saya, silakan jangan sungkan kalau ada yang ingin disampaikan’ ungkapan penuh kharismatik dari CEO LGK, ‘Nganu pak maaf mau tanya, asal bapak dari mana ya?’ Tanya Munib, ‘Saya dulu berasal dari kampung di daerah Jawa Barat, beres SMA dapat beasiswa kuliah di Jakarta, alhamdulillah dapat kerja juga di sini’ cerita si bapak CEO LGK.

‘Aku menemukan dua orang yang sangat jauh berbeda nasibnya tapi asalnya sama-sama dari kampung sepertiku, memang penuh kejutan pembelajaran hidup ini’ gumam hati Munib sambil menatap ke arah jendela kereta yang ditumpanginya untuk kembali pulang ke kampung halaman dia,  sambil membawa penuh uang berwarna merah cerah di tas kecilnya.

Bersambung ah…

Budaya Sosial Kita Kemana Ya ?

Sebelumnya saya mohon maaf baru bisa menulis lagi di blog sederhana ini, alasannya sih simpel, banyak yang harus diperhatiin dulu kemarin-kemarin mah, tapi Alhamdulillah sudah sebagian besar mendapat perhatian saya. Baiklah, kali ini saya mau sedikit membahas budaya sosial bangsa kita yang perlahan pergi entah kemana, dan entah siapa pula yang mengusir budaya santun tersebut.

Jika di antara kalian ada yang sering menggunakan alat transportasi umum atau fasilitas umum, yuk kita samakan pengalamannya, saya dari SMP sudah terbiasa dengan transportasi umum semacam Ojek maupun Angkot, kisaran tahun 2004 sampai tahun 2009 saya masih merasakan suasana

Continue reading Budaya Sosial Kita Kemana Ya ?

Dihantui Rasa Takut

Selamat pagi semua, tadi malam saya mendapat ide untuk menuangkan tulisan dalam blog ini, ide yang didapat dari hasil menonton pertandingan tim favorit saya Real Madrid yang ditahan imbang oleh tamunya Villareal, pertandingan yang mengundang greget penontonnya termasuk saya, dari 24 shot on target hanya satu yang berhasil dimasukan salah satu pasukan Real Madrid-Sergio Ramos-pada sarang Villareal yang dikawal Sergio Assenso, gregetnya lagi Villareal yang mempunyai shoot on target 10 berhasil menahan imbang pada babak injury time dari titik putih (Pinalty).

Pada babak kedua nampak jelas Real Madrid meningkatkan penyerangannya dari segala sektor, CR7 dan kawan-kawan berusaha semaksimal mungkin untuk menambah gol namun tidak ada hasil yang diraih padahal beberapa peluang terbaik tercipta dari para pemain Real Madrir, Morata pun yang bertugas menggantikan Karim Benzema tidak mampu memberikan service terbaiknya, alhasil kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Saya mencoba menarik hikmah dari laga sengit tersebut, hikmah yang bisa saya dapatkan bahwa

Continue reading Dihantui Rasa Takut

Alhamdulillah Saya Penulis Buku Terkenal Dunia

Pasti di antara kalian pernah mendengar istilah Afirmasi, apa sebenarnya Afirmasi tersebut? singkatnya afirmasi adalah doa dimana kita memposisikan diri sebagai seorang yang sudah benar-benar meraih tujuan tersebut walaupun pada kenyataannya masih belum tercapai, afirmasi diarahkan untuk membentuk pola pikir yang positif, penuh semangat, dan optimis yang tinggi.

Beberapa hal yang diperlukan dalam afirmasi di antaranya fokus pada tujuan yang ingin kita capai, lebih spesifik dalam meng-afirmasi-kan tujuan kita, dan yang paling harus diperhatikan adalah konsistensi dalam melakukan kegiatan afirmasi tersebut, bentuk dari contoh afirmasi adalah sebagai berikut: Continue reading Alhamdulillah Saya Penulis Buku Terkenal Dunia